Sabtu, 12 Juli 2014

Belajar Jaringan Komputer dengan Cisco Packet Trace

Belajar Jaringan Komputer dengan Cisco Packet Tracer

 
10:02:00 PM
Jaringan TCP-IP dan Cisco dengan menggunakan software simulasi Cisco Packet Tracer. Meskipun Mas ardi masih muda usianya ternyata dia benar-benar menguasai materi, dia mampu membawakan materi dan menjawab pertanyaan dengan baik, begitulah memang seharusnya seorang trainer, instruktur, teacher ataupun lecture, haruslah bener-bener menguasai materi dan menguasai kelas (mampu mengajar) apalagi ditunjung dengan banckgroundnya sebagai praktesi IT Network, dan konsultan dibidang network khususnya Cisco tentu dia memahami prakteknya dan tak sekedar teori.

Meskipun masuk kelasnya terlambat saya berusaha mengikuti materi yang mas Ardi berikan, Baiklah disini saya akan berbagi hasil materinya yang mas ardi bawakan tentang jaringan, TCP-IP dengan Sisco Packet Tracer agar temen-temen juga bisa belajar dan tentunya dengan bahasa saya sendiri. Sebelum jauh, kita mesti tahu dulu Sisco Packet Tracer itu apa sih? Menurut situs resminya adalah

Sisco Packet Tracer is a powerful network simulation program that allows students to experiment with network behavior and ask “what if” questions. As an integral part of the Networking Academy comprehensive learning experience, Packet Tracer provides simulation, visualization, authoring, assessment, and collaboration capabilities and facilitates the teaching and learning of complex technology concepts

Maksudnya kurang lebih sebagai berikut
Cisco Packet Tracer adalah sebuah program simulasi jaringan yang powerfull yang memungkinkan siswa untuk melakukan percobaan dengan perilaku jaringan seperti yang sebeanrnya. Packet Tracer menyediakan simulasi, visualisasi, authoring, penilaian, dan kemampuan kolaborasi dan memfasilitasi pembelajaran dari konsep teknologi yang kompleks.

Jadi Packet Tracer adalah sebuah software yang dikembangkan oleh Cisco. Dimana software tersebut berfungsi untuk membuat suatu jaringan komputer atau sering disebut dengan computer network. Dalam program ini telah tersedia beberapa komponen–kompenen atau alat–alat yang sering dipakai atau digunakan dalam system network tersebut, Misalkan contoh seperti kabel Lan ( cross over, console, dll ) , HUB, SWITCHES, ROUTER dan lain sebagainya. Sehingga kita dapat dengan mudah membuat sebuah simulasi jaringan computer di dalam PC Anda, simulasi ini berfungsi untuk mengetahui cara kerja pada tiap–tiap alat tersebut dan cara pengiriman sebuah pesan dari komputer 1 ke computer lain.

Lanjut ya…
a. Siapakan Program Sisco packet tracer (bisa di download disini), tak lupa siapkan secngkir kopi dan camilannya (biar enak tuh)
b. Silakan aja diinstal (mudah kok, tinggal double klik dan next-next aja )
c. Jika berhasil tampilannya kurang lebih seperti ini

Gambar 1 : Tampilan Jendela Cisco Packet Tracer

Nah, ini sederhana kan, mulai dari titlebar, menubar, toolbar, lembar kerja,,,intinya disini akan coba saya pilah-pilah device yang sering digunakan…perhatikan pada bagian Device/Peralatan/Hardware…

1. Router

Gambar 2 : Ini Router, pada bagian Router bisa diklik aja,,,terus untuk pilihan-pilihannya yang bisa digunakan sebelah kanan, penggunaannya bisa klik tahan dan tarik ke lembar kerja
Seperti yang telah kita ketahui, fungsi dari router adalah menghubungkan sebuah network yang berbeda atau ip class yang berbeda atau subnet atau gang yang berbeda…karena jika kita menggunakan sebuah hub / switch biasa, maka device atau computer tidak akan konek

2. Switch

Gambar 3 : ini Switch…bagian-bagian sudah mulai jelas kan
3. Komputer


Gambar 4 : End Devices contohnya laptop, computer dan server
ini peralatan terakhir yang kita gunakan untuk menyambungkan sebuah jaringan computer. Pada point (a) Komputer, (b) Laptop, (c) Server….nah, ketiga peralatan itu akan sering kita gunakan dalam praktek-praktek jarkom, so, dipahami dan dimengerti ya

4. Kabel

Gambar 5 : Connections / Kabel – (a) Kabel Otomatis, (b) Kabel Straight, (c) Kabel Crossover

ini digunakan untuk menghubungkan setiap device atau hardware, missal computer dengan computer…computer dengan switch dll…ohya, kabel diantara (a) dan (b) itu kabel rollover guys…

Masalah penggunaannya, kapan kita menggunakan cross, dan kapan kita menggunakan straight…perhatikan keterangan dibawah ini…

a. Straight akan digunakan untuk menghubungkan device-device yang berbeda, missal :
PC – Hub
PC – Switch
Router – Hub
Router – Switch
b. Sedangkan Cross digunakan untuk menghubungkan device-device yang sama, missal :
Komputer – Komputer
Switch – Hub
Switch – Switch
Router – Router
Router – PC

Untuk Router – PC juga bisa digunakan kabel rollover…

Nah, jika kita kesulitan menentukan kita harus menggunakan kabel (b) straight atau (c) crossover, maka gunakanlah bantuan kabel (a), dia akan mengotomatisasi penggunaan kabel yang benar yang sesuai dengan kebutuhan

Simulasi Jaringan Komputer Menggunakan Cisco Packet Tracer

Simulasi Jaringan Komputer Menggunakan Cisco Packet Tracer

Tulisan ini muncul karena keterbatasan perangkat keras untuk praktik jaringan komputer, khususnya materi tentang routing. Diperlukan hardware yang mahal untuk mempraktikkan cara kerja router ataupun mekanisme routing. Misalkan dalam satu kelas terdapat 30 mahasiswa yang terbagi dalam 6 kelompok yang setiap kelompok beranggotakan 5 orang. Andaikan harga satu router sebesar US $ 500 atau sekitar Rp. 5 juta, maka dibutuhkan Rp. 30 juta untuk membeli perangkat router untuk digunakan sebagai bahan praktik. Cisco, sebagai salah satu perusahaan yang membuat perangkat router mengembangkan sebuah software yang bisa digunakan untuk mensimulasikan router Cisco ataupun mekanisme routing. Software itu bisa di download di sini

Sebetulnya masih banyak software simulasi jaringan komputer yang lain, misal GNS3. Pada kesempatan ini kita akan menggunakan software Cisco Packet Tracer untuk simulasi jaringan. Keuntungan menggunakan software ini selain menghemat biaya adalah fleksibel, simulasi bisa dilakukan dimana saja karena software terinstal pada komputer. Tidak seperti kalau kita menggunakan hardware sungguhan hanya bisa dilakukan di Lab karena hardware tersebut tidak boleh kita bawa pulang, kecuali kalau kita membeli secara pribadi yang harganya cukup mahal.

Setelah mendownload software pada link di atas, jalankan software Cisco Packet Tracer dengan mengklik dua kali ikon pada desktop. Untuk sementara ini software tersebut baru tersedia pada lingkungan Windows. Berikut tampilan awal saat software dijalankan. 
Yang perlu diperhatikan adalah pada bagian kiri bawah, pada bagian tersebut terdapat ikon-ikon hardware yang akan kita praktikkan. Ada hardware umum misal switch, ketika ikon switch diklik maka sebelah kiri akan tampil seri hardware switch. Begitu juga ketika ikon End Device diklik, di sebelah kiri akan tampil pilihan end device mulai dari komputer personal sampai handphone yang dilengkapi dengan wifi. 

Selanjutnya kita akan membuat simulasi jaringan komputer, yang masing-masing jaringan terdiri dari satu buah router, satu buah switch, dan dua buah end device dalam hal ini adalah personal komputer desktop, seperti tampak pada gambar berikut. 
Untuk menghubungan perangkat yang satu dengan perangkat yang lain bisa menggunakan ikon Connection yang mempunyai simbol seperti petir, kemudian akan tampil sebelah kiri jenis koneksi, kita pilih yang paling kiri yang artinya software secara otomatis menentukan jenis koneksi dan port yang digunakan. Koneksi dari PC ke swith menggunakan port fasethernet dan kabel straigh through. Koneksi dari switch ke router menggunakan port fast ethernet dan kabel straight through. Koneksi dari router ke router menggunakan port serial. 

Selanjutnya kita akan mengkonfigurasi masing-masing device supaya kesemua device (PC) ini bisa berkomunikasi. Syarat agar device bisa berkomunikasi, device tersebut terletak di dalam satu jaringan, atau kalau terletak dalam jaringan yang berbeda, seperti gambar di atas, harus dihubungkan menggunakan router, yang nanti akan kita konfigurasi juga. Langkah pertama kita mengkonfigurasi end device yang paling mudah yaitu PC. Kita akan memberikan alamat IP pada msing-masing PC, caranya klik dua kali pada ikon PC, pilih tab Config, pilih interface FastEthernet, pilih IP Address Configuration static dan masukkan nilai IP address 192.168.1.2, subnet mask 255.255.255.0. Pada komputer yang satunya pada jaringan yang sama masukkan IP Address 192.168.1.3. Dab pada komputer yang berbeda jaringan masukkan IP Address 192.168.2.2 dan 192.168.2.3. Subnet mask sama 255.255.255.0, seperti terlihat pada gambar berikut. 
Setelah semua PC kita konfigurasi, kita akan cek konektivitas masing-masing jairngan dengan menggunakan perintah ping. Caranya klik dua kali pada komputer dengan ip address 192.168.1.2, pilih tab Desktop, pilih Command Prompt, pada layar komputer akan tampil warna hitam. Ketik ping 192.168.1.3, apabila konfigurasi benar akan tampil reply seperti gambar berikut.
Kemudian ketik ping 192.168.2.2, akan tampil request time out, karena komputer dengan IP Address 192.168.2.2 berada di luar jaringan, sementara router yang kita gunakan untuk menghubungkan dua jringan tersebut belum kita konfigurasi.

Selanjutnya kita akan mengkonfigurasi router, supaya semua komputer di dalam kedua jaringan tersebut bisa berkomunikasi. Caranya klik dua kali pada ikon router, pilih tab CLI, pilih dialog configuration= no, tekan enter dua kali, maka akan tampil sebagai berikut. 
Selanjutnya ketikan perintah berikut pada router. 
Router>enable
Router#configure terminal
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Router(config)#hostname SATU
SATU(config)#line vty 0 4
SATU(config-line)#login
% Login disabled on line 66, until 'password' is set
% Login disabled on line 67, until 'password' is set
% Login disabled on line 68, until 'password' is set
% Login disabled on line 69, until 'password' is set
% Login disabled on line 70, until 'password' is set
SATU(config-line)#password password
SATU(config-line)#exit
SATU(config)#enable secret admin
SATU(config)#exit

%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console
SATU#int
SATU#configure terminal
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
SATU(config)#int
SATU(config)#interface fast
SATU(config)#interface fastEthernet 0/0
SATU(config-if)#des
SATU(config-if)#description link to lokal SATU
SATU(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.0
SATU(config-if)#no shut
SATU(config-if)#no shutdown

%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0, changed state to up

%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/0, changed state to up

SATU(config-if)#exit
SATU(config)#int
SATU(config)#interface serial2/0
SATU(config-if)#ip address 10.1.1.1 255.0.0.0
SATU(config-if)#ban
SATU(config-if)#bandwidth 64
SATU(config-if)#clo
SATU(config-if)#clock rat
SATU(config-if)#clock rate 6400
Unknown clock rate
SATU(config-if)#des
SATU(config-if)#description link to DUA
SATU(config-if)#no shut
SATU(config-if)#no shutdown

%LINK-5-CHANGED: Interface Serial2/0, changed state to down
SATU(config-if)#exit
SATU(config)#router rip
SATU(config-router)#network 192.168.1.0
SATU(config-router)#network 10.0.0.0
SATU(config-router)#^Z
SATU#
%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console

SATU#cop
SATU#copy run
SATU#copy running-config sta
SATU#copy running-config startup-config
Destination filename [startup-config]?
Building configuration...
[OK]
SATU#

Selanjutnya konfigurasi router yang kedua dengan cara yang sama, namun ada perbedaan pada IP Address yang digunakan yaitu, fastethernet 192.168.2.1 dan serial 10.1.1.2 subnet yang digunakan sama dengan subnet mask router SATU. 

Setelah semua dikonfigurasim tunggsu sesaat sampai semua perangkat memuat konfigurasi yang diberikan. 
Selanjutnya kita cek konektivitas mulai dari komputer dengan ip addess 192.168.1.2, klik dua kali pilih tab desktop, pilih command prompt. Ketik ping 192.168.1.3. Komputer dengan ip address 192.168.1.3 berada dalam satu jaringan, sehingga kemungkinan besar langsung otomatis tersambung dengan switch. 
Selanjutnya ketika ping 192.168.1.1, ip address ini adalah ip address port fastethernet router SATU yang terhubung dengan switch. Kalau konfigurasi kita tadi benar akan tampil sebagai berikut. 
Selanjutnya ketik ping 10.1.1.1, ip address ini adalah alamat port serial pada router SATU. Sebelumnya perli ditambahkan alamat gate way untuk masing-masing komputer, caranya klik dua kali ikon komputer, pilih tab config, pilih global setting, masukkan ip address gateway static 192.168.1.1 untuk jaringan satu dan 192.168.2.1 untuk jaringan dua. Kalau benar akan tampil seperti berikut. 
Selanjutnya ketik ping 10.1.1.2, ip address ini adalah port serial pada router DUA. Kalau benar akan tampil seperti berikut. 

Yang terakhir kita akan memeriksa konektivitas dengan salah satu komputer yang terletak pada jaringan dua, dengan menetikkan ping 192.168.2.3. Jika benar hasilnya:
Selesai sudah konfigurasi dua router pada dua jaringan komputer, semakin banyak jumlah jaringan komputer maka jumlah router yang dibutuhkan semakin banyak. Silakan mencoba dengan konfigurasi anda sendiri-sendiri.

Perangkat Jaringan Komputer

Perangkat Jaringan Komputer

Perangkat Jaringan Komputer
Perangkat Jaringan Komputer



Untuk membuat jaringan komputer kita membutuhkan perangkat jaringan komputer. Perangkat jaringan komputer yang pertama tentu saja komputer. Dengan menambahkan kartu jaringan (ethernet card atau Network Interface Card – NIC) dan sarana penghubung berupa kabel yang sesuai, maka terbentuklah jaringan komputer. Selanjutnya, diperlukan pengaturan-pengaturan tertentu di setiap komputer agar jaringan bisa beroperasi. Perangkat jaringan komputer lainnya, jika diperlukan, dapat ditambahkan sebuah hub/switch sebagai pengatur aliran data. Bila akan membuat jaringan tanpa kabel(wireless), diperlukan alat khusus yang disebut access point.
Berikut ini adalah perangkat jaringan komputer yang biasa digunakan untuk membangun sistem jaringan komputer.
  • Kartu Jaringan
Kartu jaringan (Network Interface Card atau disingkat NIC, sering disebut juga
Network Adapter, LAN Card, atau Ethernet Card) berfungsi sebagai jembatan antara komputer dengan jaringan komputer. Perangkat jaringan komputer ini bertugas untuk mengirimkan paket-paket data ke komputer tujuan dan menerima paket data yang dikirim komputer lain.
  • Kabel Penghubung dan Konektor
Secara umum, kabel transmisi penghubung dalam jaringan komputer terdiri atas 3 macam, yakni kabel koaksial, kabel ulir atau kabel berpasangan (Twisted-Pair, misalnya kabel UTP – Unshielded Twister Pair), dan kabel serat optik. Ujung kabel transmisi dilengkapi dengan konektor yang sesuai. Pada jaringan tanpa kabel (wireless LAN), tidak digunakan kabel, melainkan menggunakan gelombang radio untuk mengirimkan paket data.
  • Hub dan Switch
Perangkat jaringan komputer ini digunakan untuk menghubungkan setiap node dalam jaringan LAN, terutama pada topologi bintang, sehingga sering disebut konsentrator. Wujud fisik keduanya hampir sama, sama-sama mempunyai konektor RJ45. Namun secara operasional, keduanya sangat berbeda. Hub akan mengirimkan paket data yang diterimanya ke semua komputer, sedangkan switch hanya mengirimkan data ke komputer yang dituju. Perbedaan lainnya, hub menggunakan satu jalur untuk mengirim dan menerima data, sedangkan switch menggunakan jalur yang berbeda untuk mengirim dan menerima data. Akibatnya, sering terjadi tabrakan data (collision) pada jaringan yang menggunakan hub. Hal ini menyebabkan kecepatan transfer data switch lebih baik daripada hub. Kecepatan transfer data pada hub maksimum 10 Megabit/detik, sedangkan pada switch kecepatannya 10 Megabit/detik atau 100 Megabit/detik (menyesuaikan dengan kecepatan perangkat jaringan komputer lain yang terhubung).
  • Access Point
Perangkat jaringan komputer ini digunakan dalam jaringan komputer tanpa kabel (wireless LAN). Dalam jaringan ini, data ditransmisikan dalam bentuk gelombang elektromagnetik. Fungsi access point mirip dengan hub dan switch, yaitu menerima paket data yang ditransmisikan oleh sebuah komputer, memperkuat sinyal,dan memancarkan kembali paket data itu ke komputer tujuan. Access point juga dapat digunakan untuk meng-hubungkan jaringan kabel dengan jaringan tanpa kabel. Jarak yang bisa dicapai jaringan wireless LAN bisapuluhan meter (di dalam ruangan) hingga ratusan meter (di luar ruangan). Hal ini tergantung dari jenis peralatan,teknologi yang digunakan, adanya penghalang, serta ada tidaknya penguat sinyal dan antena.
Demikianlah penjelasan mengenai perangkat jaringan komputer dan semoga Anda bisa memahami uraian singkat pada artikel ini.

Internet dan Intranet

Internet dan Intranet

Internet dan IntranetInternet adalah jaringan komputeryang saling terhubung ke seluruh dunia tanpa mengenal batas wilayah, hukum, dan budaya. Secara fisik, internet diumpamakan sebagai jaring laba-laba (The Web) yang menyelimuti bola dunia dan terdiri dari titik-titik (node) yang saling berhubungan. Node dapat berupa komputer, jaringan lokal, atau peralatan komunikasi. Sementara itu, garis penghubung antarsimpul disebut sebagai tulang punggung (backbone), yakni media komunikasi terestrial (kabel, serat optik, microwave, radio link) maupun satelit. Node terdiri dari pusat informasi dan database, peralatan komputer dan perangkat interkoneksi jaringan serta peralatan yang dipakai pengguna untuk mencari, menempatkan, atau bertukar informasi di internet.
Intranet diperkenalkan pada akhir tahun 1995. Intranet adalah konsep LAN yang mengadopsi teknologi Internet. Khoe Yao Tung (1997) mengatakan, “Intranet adalah LAN yang menggunakan standar komunikasi dan segala fasilitas internet, diibaratkan ber-Internet dalam lingkungan lokal. Intranet umumnya juga terhubung ke internet. Pertukaran informasi dan data dengan jaringan intranet lainnya (Internetworking) melalui backbone internet dapat terjadi.
Dukungan aplikasi, program, dan sistem operasi yang luas akibat popularitas internetmenjadikan intranet sebagai masa depan LAN. Keistimewaan fasilitas intranet yang tidak terdapat pada jaringan lokal (LAN) konvensional adalah tampilan Web (grafis, multimedia) pada sistem operasi, navigasi, aplikasi ataupun database-nya.
Berikut ini adalah fasilitas standar internet yang dapat Anda nikmati dengan mengunakan intranet.
a. Surat elektronik (e-mail)
b. Transfer berkas (FTP)
c.  Emulasi terminal jarak jauh (Telnet, Rlogin)
d. Pengendalian peralatan networkjarak jauh (SMNP)
e. Aplikasi Internet seperti, search engine, mailing list, newsgroup, archive, dan gopher
Teknologi LAN yang juga terdapat pada intranet antara lain manajemen database, sistem terdistribusi, client server, dan sharing resource and peripheral.
Salah satu hal terpenting dalam internet atau intranet adalah keamanan jaringan (network security). Jaringan telekomunikasi komersial yang dipakai bersifat umum (public service communication network), sehingga rentan penyusupan dan penyadapan jaringan serta pembajakan data. Dengan demikian, teknologi keamanan yang canggih perlu diterapkan dalam intranet, seperti firewall, enkripsi, encapsulated data package, atau id recognition.

Jaringan Komputer Berdasarkan Distribusi Sumber Informasi/Data

Pengelompokkan tipe jaringan komputer dapat didasarkan pada beberapa kriteria. Pertama, berdasarkan distribusi sumber informasi atau data. Kedua, berdasarkan jangkauan wilayah geografis. Ketiga, berdasarkan peranan dan hubungan setiap komputer dalam proses pertukaran data, dan keempat berdasarkan media transmisi yang digunakan.
Berdasarkan distribusi sumber informasi/data, jaringan komputer dapat dibedakan menjadi dua, yaitu jaringan terpusat (host based network) dan jaringan terdistribusi (distributed network).

1) Jaringan Terpusat (Host Based Network)
Jaringan komputer terpusat terdiri atas komputer induk (host/server) dan satu atau lebih komputer terminal (workstation). Komputer induk (host/server) berfungsi untuk melayani kebutuhan komputer terminal. Komputer induk menyimpan banyak data dan program aplikasi untuk melakukan pengolahan dan pemrosesan data. Komputer terminal, biasanya, berfungsi sebagai perantara untuk mengakses komputer induk.
Jaringan Komputer Terpusat
Jaringan Komputer Terpusat
Penerapan jaringan komputer ini dapat Anda lihat pada kehidupan sehari-hari. Contoh penerapannya dapat Anda lihat di kasir supermarket ataupun pusat perbelanjaan. Ketika melakukan transaksi pembayaran, sang kasir akan mengakses database barang yang terdapat di komputer induk. Jadi, hanya dengan memindai kode barang suatu produk, nama barang, harga, dan jumlah persediaan barangnya akan tampil. Semua data tersebut terdapat di dalam suatu database yang tersimpan di dalam komputer induk. Komputer yang digunakan oleh kasir berfungsi sebagai komputer terminal.
2) Jaringan Terdistribusi (Distributed Network)
Jaringan komputer terdistribusi merupakan jenis jaringan komputer yang terdiri dari beberapa komputer induk (host/server). Komputer server  ini berfungsi sebagai pusat layanan data dan program aplikasi yang disediakan untuk dapat diakses oleh komputer terminal (workstation). Jaringan komputer ini dapat dibentuk dari beberapa jaringan berbasis induk atau terpusat.
Jaringan Komputer Terdistribusi
Jaringan Komputer Terdistribusi
Dewasa ini, banyak perusahaan yang beralih dari jaringan terpusat menjadi jaringan terdistribusi. Alasannya, dengan jaringan komputer terdistribusi, setiap komputer induk (host/server) dapat melayani bagian-bagian yang berbeda. Misalnya, bagian keuangan hanya dapat mengakses ke satu komputer induk atau bagian marketing hanya mampu mengakses ke satu komputer induk yang berbeda. Komputer-komputer induk itu terhubung ke satu komputer induk (host/server) yang utama.
Demikianlah penjelasan singkat kami mengenai jaringan komputer berdasarkan distribusi sumber informasi/data.  Semoga bermanfaat.

Jumat, 20 Juni 2014

Cara Membangun Jaringan Komputer

Cara Membangun Jaringan Komputer

Untuk membangun sebuah jaringan LAN ada material yang kita butuhkan. Berikut Peralatan atau material yang dibutuhkan untuk membangun sebuah jaringan komputer LAN:
  • Dua atau lebih PC
  • Network Card sesuai dg jumlah PC
  • Kabel coaxial atau UTP 
  • Hub bila diperlukan
  • Terminator 6. T-Connector
Langkah-langkah Membangun Jaringan Komputer LAN:
  • Sebelumnya anda harus mengetahui dahulu tipe jaringan yang ingin anda gunakan.untuk mengetahui tipe-tipe jaringan komputer silakan anda buka artike saya terdahulu Mengenal Macam-Macam Topologi Jaringan.
  •  Pasanglah kabel dan network card. Pemasangan kabel disesuaikan dengan topologi/tipe jaringan yang anda pilih sedangkan pemilihan network card disesuaikan dengan slot yang ada pada motherboard anda. Bila board anda punya slot PCI maka itu lebih baik karena LAN card berbasis PCI bus lebih cepat dalam transfer data.
  • Bila anda menggunakan tipe bus maka pada masing-masing komputer harus anda pasang T-Connector yang memiliki dua input. Dan pada komputer yang hanya mendapat 1 input pada input kedua harus dipasang terminator kecuali bila anda membangun jaringan berbentuk circle(lingkaran) dimana semua komputer mendapat 2 input. Misalnya komp1,komp2,komp3 berjajar maka t-conncector pada komp1 dipasang terminator dan kabel ke komp2. Pada komp2 dipasang kabel dr komp1 dan kabel ke komp3. Sedangkan komp3 dipasang kabel dr komp2 dan terminator.
  • Bila anda memilih tipe star maka masing-masing kabel dari komputer dimasukkan ke dalam port yang tersedia di hub. Dan bila anda ingin menghubungkan hub ini ke hub lainnya anda gunakan kabel UTP yang dimasukkan ke port khusus yang ada pada masing-masing hub. Langkah selanjutnya dadalah sebagai berikut : Pilih Sistem Operasi yang sesuai, Mis : Windows atau Linux Persiapkan Komputer Server yang memadai, sesuai dengan jumlah klien. Pilih Jenis Jaringan, Mis: Jaringan Kabel atau Wireless.
Alat – Alat yang dibutuhkan dalam membangun jaringan LAN :
  •  PC Server
  • OS (Operating System)
  • Lan Card (untuk jaringan kabel) atau Card WLAN (U/ Wireless
  •  Kabel UTP Cat 5 (u/ jaringan Kabel)
  •  Access Point (U/ Jaringan Wireless)
  •  Switch atau Hub (u/ Jaringan Kabel)
  • RJ 45 (u/ jaringan kabel)
  • Pemotong kabel / Crimping Tool (u/ jaringan Kabel)
  • Tester kabel (u/ Jaringan Kabel) .

Setting Control Panel Network Conection
  • Setting network connection di controlpanel>networkConection
  • Klik kanan local Area Conection pilih properties
  • Pilih TAB General pilih internet protocol (TCP/IP) pilih prporties
  • Pilih use the following Ip adress
Gambar use the following Ip adress
  • Masukan IPadress : 192.168.0.1 subnet mask : 255.255.255.0

  •  Pilih OK 7.      Klik kanan mycomputer pilih properties
  • Pilih TAB ‘Computer Name’ pilih tombol ‘change’
  • di member of pilih ‘workgorup’isi apasaja misal ‘SYUKRI’
  • Isi ‘Computer Name’ apasaja misal ‘User 1′
  • Pilih ‘OK’ atomatis windows merestart
  •  Lakukan hal demikian di komputer lain dengan syarat ‘Computer Name’ harus berbeda dan Ip address harus berbeda yang lainya harus sama, misal dikomputer lain ‘computer name’ di isi ‘user 2′ dan ip addressnya : 198.168.0.2 untuk ip adress yang harus berbeda cuma digit terakhir yang lainya harus sama. Digit terakhir pada nomor IP address yaitu nomor untuk mengidentifikasi alama sebuah komputer. 
  • http://www.it-artikel.com/2013/08/cara-membangun-jaringan-komputer.html

Pengertian Jaringan Komputer

Pengertian Jaringan Komputer - Jaringan komputer memang sangat fital perannya dalam mensinergikan beberapa perangkat komputer dalam suatu organisasi. Banyak pula manfaat yang bisa diperolah apabila suatu perusahaan mengusung jaringan komputer. Tidak lain bahwasanya jaringan komputer ini digunakan oleh banyak sekali perusahaan untuk keperluan berbagi informasi. Adalah sesama anggota perusahaan, dimana atasan dan bawahan bisa memiliki tugas yang berbeda.

Pengertian Jaringan Komputer

Pengertian dari jaringan komputer itu sendiri adalah sebuah jaringan dimana di dalamnya terdapat beberapa perangkat komputer yang saling terhubung satu sama lain. Selain itu, di dalam sebuah jaringan komputer juga terdapat perangkat komputer server dan juga client. Tentu saja kedua perangkat komputer itu berbeda fungsinya. Namun pada dasarnya jaringan komputer yang terdiri atas kedua perangkat tadi memiliki fungsi yakni sebagai tempat untuk pertukaran data, melakukan komunikasi, ataupun memanfaatkan computing power dari server.

Pengertian Jaringan Komputer

Jaringan komputer adalah sebuah sistem yang terdiri atas beberapa komputer yang didesain sedemikian rupa sebagaimana tujuan utamanya yakni untuk dapat berbagi sumber daya (CPU, printer), berkomunikasi (pesan instan, surel), dan dapat mengakses informasi (situs web). Sementara menurut pembagiannya, jaringan komputer dapat dibedakan menjadi dua jenis, yakni jaringan terdistribusi dan jaringan tersentralisasi.

Jaringan terdistribusi adalah jaringan komputer yang cara kerjanya dilakukan oleh semua perangkat komputer di dalamnya. Ini berarti tidak ada perbedaan antara server dengan client. Sedangkan jaringan tersentralisasi adalah jaringan komputer yang cara kerjanya berbeda baik itu server maupun client. Pemusatan jaringan komputer tersentralisasi adalah pada komputer server.

Manfaat Jaringan Komputer

  • Menjadikan sistem komputer menjadi lebih mudah dioperasikan dan fleksibel
  • Banyak aplikasi pendukung yang dapat dijalankan di berbagai macam jenis komputer
  • Tidak menjadikan ketergantungan terhadap satu jenis komputer (sehingga jenis komputer lain bisa dikoordinasikan secara bersamaan)
  • Reabilitas tinggi dan dapat membagi sumber daya
  • Memperluas pendayagunaan sistem operasi
  • Memperluas kemudahan berkomunikasi
  • Memudahkan kecepatan mengakses informasi